Category Archives: Biologi

Tomcat Sebenernya Temen Kita ?

Tomcat, apa itu ? Ada orang yang beranggapan ia adalah kucing yang sering kita lihat saat kecil ‘Tom and Jerry’ atau malah beranggapan bakal ada hewan lain dengan nama Jerrymouse. Wah, ada-ada saja. Baiklah akan saya ajak anda mengetahuinya dengan bahasa yang mbladus dan ngawur.

Pertama-tama kita bakal mengulas berita akhir-akhir ini yang bisa dibilang cukup heboh di kancah tanah air khususnya pulau Jawa. Kenapa harus pulau Jawa ? Nah, kita tahu pulau jawa cukup banyak memberikan perannya sebagai pemasok beras Nasional. Terus hubungannya apa dong ? Bisa dikatakan di pulau Jawa banyak areal persawahan. Lha terus ? Sejatinya habitat Tomcat adalah di sawah, kalo tempat mereka terusik yang pasti naluri hewan bakal berkata ‘Lho musti pindah tempat kalo gak pengen ko’it’. Otomatis dia pindah ke tempat yang dirasa aman. Mari kita simak berita heboh di Televisi tadi. Dikabarkan Surabaya menjadi tempat yang subur bagi mereka si Tomcat itu untuk berkembang biak dan menggait korban-korbannya. Pasalnya banyak tragedi dan insiden terjadi akibat cairannya. Cairan apa itu ? Mari kita lihat seperti apa Tomcat itu…. cekidot di bawah ini gan

Read the rest of this entry

Iklan

Uji Zat Makanan SMA (indikator-indikator pengaruh reagent)

Kawan-kawan semua, khususnya kawan semua dari SMA Negeri 1 Ponorogo. Berhubung ada tugas praktikum dari Guru Mata Pelajaran Biologi (jelaslah biologi, lihat judulnya ! masa basa jawa) dari Pak Drs. Sukardi dan Bapak guru kita yang ramah Pak Dwiyanto (sorry lupa gelarnya). Teman sekalian, terima kasih sudah berkunjung dan terdampar di sini. Bagi yang lagi ngerjain nih tugas semoga dapat membantu, paling tidak meringankan laah. Silakan di-eksploitasi seperlunya. Tolong ninggalin comment atau bentuk responnya ya.Cekidot,

 

UJI MAKANAN

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Bahan makanan: didalamnya terkandung zat makanan seperti Karbohidrat, protein,

lemak, vitamin dan garam mineral Bahan makanan yang kita konsumsi sehari-hari harus mengandung nutrient yang diperlukan tubuh. Karbohidrat, lemak dan protein merupakan nutrient yang dibutuhkan dalam jumlah besar, sedangkan vitamin dan mineral dibutuhkan tubuh dalam jumlah kecil. Walaupun dibutuhkan sedikit bahan tersebut harus ada dalam menu makanan kita.

Yang melatarbelakangi saya untuk melakukan praktikum ini adalah untuk mengetahui

kandungan zat nutrient yang terdapat dalam bahan makanan digunakan indicator uji makanan yang biasa dikenal dengan istilah reagen.

B. Tujuan

Mengetahui kandungan zat makanan (karbohidrat, protein, amilum, lemak) pada

beberapa makanan.

C. Rumusan Masalah

1.      Bagaimana reaksi zat makanan yang diuji

2.      Apa saja zat yang terkandung dalam penelitian uji makanan

3.      Mengapa dalam penelitian uji makanan harus dipanasi

Tinjaun Pustaka

Beberapa reagen yang banyak digunakan untuk mendeterminasi kandungan nutrient dalam makanan adalah:

  1. Lugol / kalium yodida, Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan jenis amilum (tepung)
  2. Benedict / fehling A dan Fehling B, Digunakan untuk menunjukkan kandungan bahan makanan kelompok gula (monosakarida dan di sakarida)
  3. Millon / Molisch / Biuret, Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan kelompok protein
  4. Sudan III / etanol / kertas buram, digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung lemak / minyak
  5. Metilen Blue, Digunakan untuk menunjukkan bahan makanan yang mengandung vitamin C

Metodologi Penelitian

A.    Alat dan bahan

1.    Rak tabung reaksi

2.    Tabung reaksi

3.    Penjepit tabung reaksi

4.    Pelat tetes

5.    Gelas kimia

6.    Pembakar spritus

7.    Berbagai bahan makan, yaitu : tepung, putih telur, nasi tahu, gulali

8.    Kertas

9.    Larutan Fehlin A dan fehlin B

10.  Reagen Benedict

11.  Larutan biuret (campuran CuSO4-1% dan NaOH-10%)

12.  Larutan lugol

B. Cara Kerja

  1. Melakukan pengujian fungsi reagen, yaitu dengan cara :
  2. Memberikan beberapa tetes lugol dalam tepung.
  3. Membuat larutan glukosa dalam tabung reaksi, menambahkan masing-masing 5 tetes Fehlin A dan Fehlin B atau benedict, kemudian Read the rest of this entry